Dispendukcapil Madiun Sosialisasikan Penggunaan Kertas Putih dan TTE Dalam Penerbitan Adminduk Dan Pencatatan Sipil

MADIUN(mediamataraman.co.id)-Penerbitan dokumen administrasi kependudukan di Kabupaten Madiun sudah mulai menggunakan kertas putih HVS 80 gram ukuran A4 dan tanda tangan elektronik (TTE). Hal ini disampaikan saat digelarnya Sosialisasi Administrasi Kependudukan Kabupaten Madiun yang berlangsung di gedung Icha Orien Tarsan, Saradan Kabupaten Madiun, Kemarin.

Sekda Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto mengawali sambutannya mengatakan, Seiring perkembangan tekhnology informasi kependudukan sudah mengalami pekermbangan yang pesat dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat derngan tujuan membahagiakan masyarakat.

Sosialisasi Administrasi Kependudukan Kabupaten Madiun yang berlangsung di gedung Icha Orien Tarsan, Saradan Kabupaten Madiun, Kemarin.

Dikatakannya, pelayanan publik yang konvensional secara berlahan kita tinggalkan dan mulai bergeser pada pelayanan yang lebih mudah dan dapat dijangkau oleh penduduk dimanapun sesuai dengan Permendagrti No.7 tahun 2019 tentang pelayanan administrasi kependudukan secara daring.

“Penataan dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan yang berbasis elektronik sehingga proses kepengurusan dokumen kependudukan berupa pengiriman data atau berkas yang persyaratannya dilakukan melalui media elektronik yang berbasis website.”Kata Tontro Pahlawanto, Kemarin.

Menurut dia, Dinas kependudukan dan pencatatan sipil saat ini sudah menggunakan layanan Email seperti permohonan cetak KTP Elektronik, KIA, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Pindah data penganktifan dan pengaduan. Adapun yang harus dilayanai secara langsung adalah perekaman KTP elektronik dan pelayanan legalisir dokumen yang masih menggunakan cap atau tanda tangan basah.

Dijelasakannya, Sesuai amanat Permendagri No.7 tahun 2019 dimana administrasi kependudukan secara daring bahwa tanda tangan elektronik atau (TTE) adalah tanda tangan yang terdiri dari informasi elektronik yang ditetapkan terkait dengan informasi elektronik lainnya, yang digunakan sebagai alat verifikasi dan obyektisasi cetak KK dan Akta kelahiran, kematian, Akta perceraian sekarang tidak memakai kartu PBB melainkan menggunakan kertas HVS putih A4 80 gram sesuai Permendagri No.109 Tahun 2019. Sedangkan untuk pemeriksaan keabsahan tanda tangan elektronik (TTE) pada dokumen kependudukan yang berbarcode penduduk dapat muncul pada aplikasi play store.

“Perlun saya tekankan dokumen kependudukan yang sudah menggunakan tanda tangan elektronik tidak perlu dilegalisir, hal ini sesuai dengan Permendagri No.104 tahun 2019. Diharapkannya, dengan adanya kemudahan-kemudahan seperti diatas, jangan sampai ada warga masyarakat yang mengurus adminduk mengalami hambatan dalam memperoleh dokumen kependudukan yang disebabkan oleh bencana, faktor alam maupun faktor manusia. Di Kabupaten Madiun telah diterbitkan Surat Edaran Bupati nomor 470/633/402.101/2020 tentang Pelayanan Legalisir Atas Dokumen Kependudukan,” jelasnya.

Tontro Pahlawanto menambahkan, Ini sebuah tanda pelayanan yang disampaikan dari Kemendagri, pelayanan ini memang pada tingkat level 4 artinya level layak memenuhi syarat membuka pelayanan secara cepat, tepat dan sederhana.

“Oleh karena itu, dalam konteks penyebarluasan di tingkat kecamatan dibutuhkan bahwa legalisasi atas penyederhanaan produk yang disesuaikan dan sekarang penggunaan produk kertas A4. Ini penting disampaikan kepada masyarakat luas apa yang sudah dilakukan oleh kemendagri dimana pruduknya adalah legal dan sah.”Ujar Tontro.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Ridwan menjelaskan, Ditengah covid-19 seperti ini, Dispendukcapil meningkatkan pelaynan melalui online. Pesan yang disampaikan melalui Wathssap, persyaratannya, cukup difoto lalu dikirimkan ke Dispendukcapil.

“Saat ini, Dispendukcapil di seluruh Indonesia telah memberikan pelayanan secara online meskipun hanya melalui wathsaap. Nantinya, hasil revisi, persyaratan lengkap, hasil langsung bisa jadi. Untuk pengirimana berkas yang sudah jadi tersebut, Nantinya operator dispendukcaapil akan mengirimkan balik berkas yang diajukan tadi melalui Email, pemohon tinggal mengeprint dirumah atau dimana saja, asalkan menggunakan kertas putih A4 80 gram.”Kata Ahmad Ridwan

Berikutnya, dengan pelayanan secara Daring ini, Dispendukcapil bisa menghindari adanya calo. Jika program sudah bisa online, melaui Wathsaap, pengambilan juga bisa kerja sama dengan pihak PT.Pos Indonesia, grap atau lainya.

“Alhamdulillah Kabuupaten Madiun sangat bagus sekali, karena masuk dalam level 4. Kenapa demikian?  Sebab Indikator yang sudah saya sampaikan tadi, melampaui target.”tegasnya.(rik/adv)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!