PONOROGO (MediaMataraman.co.id) – Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Taqwa Ponorogo Propinsi  Jawa Timur mengadakan Haflah Takharruj ke IV dan Wisuda Tahfidz  1440 H, Minggu, (28/04/2019) di Gedung Gista Jaya Jalan Ponorogo – Wonogiri  Kabupaten Ponorogo.

 

Haflah Takharruj ke IV dan Wisuda Tahfidz 1440 H Kelas XII sejumlah 89 orang putra dan putri, Kelas IX sejumlah 114 putra dan putri.

 

Diusianya yang ke 9 tahun Ponpes Darut Taqwa Ponorogo terus bergerak maju, seiring dengan perkembangan zaman. Terbukti, yang diwisuda tahun ini ada anak dari Negara Malasyia dan Pondok sudah mengadakan MoU dengan Malasyia, dimana setiap tahun beberapa anak dari Malas

yia akan dikirimkan di Darut Taqwa Ponorogo.

Hadir pada acara tersebut Pimpinan Ponpes Darut Taqwa KH. Ustad Samsudin, Lc,  Direktur BNI Syariah Kediri Edi Purwanto, Kepala SMAIT, Kepala Sekolah SMPIT, Pengurus Yayasan, Komite Sekolah, Pengurus LKSA Al Ihsan, wali santri kelas XII dan Kelas IX, santriwan, santriwati dan undangan lainnya.

 

Pimpinan Ponpes Darut Taqwa Ustadz Samsudin, Lc, dalam tausyiahnya mengungkapkan, rasa syukur Alkhamdulillah atas semua yang diberikan Alloh SWT, dimana melihat perjuangan para orang tua/wali santri yang sudah memilihkan anaknya untuk berjuang sedemikian berat dan rela berkorban.  Karena semua orang tua menginginkan anaknya menjadi generasi yang tangguh dan baik.

 

“Saya bangga dan mengucapkan selamat kepada semua santri yang hari ini di wisuda. Baik sebagai alumni, maupun diwisuda atas capaian-capaian hafalan Al-Qur’an. Mereka anak-anak Kita yang terbaik,” tuturnya.

 

Ustadz Samsudin juga menambahkan,  acara Haflah Takharruj  ke IV dan Wisuda Tahfidz  1440 H tahun ini merupakan karunia yang sangat besar, dimana semua para santri yang baru saja kita wisuda adalah anak-anak pilihan dan istimewa.

“Bagi kami dan pengurus pondok, semua anak-anak disini sudah dibekali Al-Qur’an yang kita tanamkan di dalam hati mereka. Kita tidak peduli nilainya berapa, yang jelas semuanya anak-anak cerdas,” terangnya.

Menurutnya, orang cerdas kata Rusululloh SAW adalah sesungguhnya tidak hanya nilai yang dituangkan didalam raport, namun orang tua yang cerdas, masyarakat yang cerdas dan anak  yang cerdas yakni mereka  yang bisa mengendalikan hawa nafsu.

“Jadi,  anak cerdas memiliki cita-cita yang panjang, bukan sekedar yang bisa dilihat oleh mata didunia ini, tapi anak yang cerdas adalah cita-citanya panjang sampai meraih surga Alloh, SWT,” paparnya.

Selain itu lanjut Ustadz Samsudin, enam tahun yang lalu para orang tua/wali santri menyerahkan anak-anaknya di Pondok Darut Taqwa.

“Hari ini Saya menyerahkan kembali semua anak-anak kepada orang tua/wali santri, agar mereka anak-anak bisa melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Nilai, prestasi anak anak boleh berbeda, tetapi bagi Kami semuanya anak yang sangat istimewa,” tambahnya.

Selama enam tahun kita lewati, mungkin Pondok belum bisa memberikan yang sangat istimewa pada anak-anak. Namun semua pengurus pondok terus berusaha untuk memberikan yang terbaik.

“Di Pondok selama 24 jam semua anak-anak didampingi oleh semua ustadz dan ustadzah. Karena tujuan dari Pondok adalah menginginkan semua anak-anak  baik dunianya dan baik akhiratnya. Maka Pondok memiliki pendidikan formal yakni SMP dan SMA. Mereka akan kita didik akademis, alkhamdulillah untuk ukuran Ponorogo SMAIT dan SMPIT termasuk sekolah yang unggul dan bagus,” jelasnya.

Dikatakan, banyak prestasi yang sudah diraih SMAIT dan SMPIT, seperti belum lama ini mendaptakan juara umum da’i se Indonesia. “Kita menyabet juara umum dalam camp dai se Indonesia tingkat SMPIT yang diadakan di Bandung, sedang tingkat SMAIT kita masuk lima besar se Indonesia,” ujarnya.

Selain itu di Pondok Darut Taqwa, semua santrinya  diajarkan Al-Qur’an, dimana tahun ini pecah rekor,  santri SMPIT kelas 9 sudah hafal 30 juz. “Ini membuktikan prestani anak-anak dalam Al-Qur’an terus meningkat dan sangat menggembirakan,” ucapnya.

Ustadz Samsudin juga berkata, agar anak-anak memiliki jiwa yang kuat dan mandiri, maka diajarkan pendidikan karakter. “Selain dididik materi  akademis, Al-Qur’an, dan karakter, mereka juga dibekali dengan bahasa komunikasi yakni bahasa Ingris dan bahasa Arab. Semua ini dengan harapan, agar semua anak-anak memiliki Iman yang kokoh, akhidah yang kuat  dan memiliki ilmu yang luas.  Dan pada akhirnya, anak-anak kita kelak bisa menjadi pemimpin umat, dan bermanfaat bagi masyarakat umum dan dunia,” tukasnya. (adv/nur)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!