Ponorogo(mediamataraman.co.id)-Waduk atau Bendungan Bendo akhirnya sampai di progress impounding, dilaksanakan di Kompleks Bendungan Bendo dipimpin Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, S.E.,. M.M impounding atau pengisian air pertama kali berhasil diadakan penuh protokol kesehatan. Sabtu (31/7/21).

 

Bendungan pertama di Ponorogo yang membendung sungai Keyang ini sengaja dinamakan Bendo karena adanya banyak pohon Bendo di sekitar lokasi. Landscape Bendungan Bendo berbentuk seperti bulu merak yang menjadi ciri khas Reyog Ponorogo.

 

Keindahan alam Bendungan Bendo ini tergambar jelas dengan adanya Gunung Bhayangkaki sebagai latar belakangnya. Tubuh bendungan memiliki tinggi 71 meter dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Ponorogo dan sekitarnya.

 

Beberapa penyampaian juga sempat di sampaikan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat menjelang impounding pertama, dihadiri Wakil Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Muhanmad Radhi Rusin, S.I.P, dan juga Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech.

 

“Kami harap bendungan ini bisa terintegrasi dengan baik, tanah sebanyak 7800 hektar ini akan menjadi penampung air baku, yang tidak kalah penting karena ada Waduk Bendo saya mohon pemerintah dan juga masyarakat untuk menyesuaikan dan kemudian segera dirancang rumusan yang baik agar kemudian yang direncanakan oleh pusat dan sudah terlaksana hari ini ke depannya bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat dan sekitarnya terutama bagi masyarakat sekitar yang telah berjuang habis-habisan. ” Tutur Sugiri Sancoko.

 

Ia berharap setelah Waduk Bendo berfungsi seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dan tetap berjuang bersama menuju Ponorogo lebih hebat.

 

“Mudah-mudahan Allah membalas dengan kebaikan untuk Badan dan seluruh kerabat yang telah membantu, serta saya mohon dengan hormat saya tetap mencintai Ponorogo. banyak PR-PR yang kita selesaikan bersama-sama.” Lanjut Kang Giri.

 

Acara ditutup dengan membunyikan sirine yang menjadi saksi dari analisis pengisian awal waduk Bendungan Bendo yang dilakukan oleh Bupati Ponorogo.(Adv/Laily)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!