Ponorogo – Pagelaran Reyog bernuansa kemerdekaan sukses memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 di Dukuh Kanten, Desa Babadan, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Acara yang digelar pada Sabtu malam ini dihadiri oleh ratusan warga yang antusias menyaksikan seni tradisional Reyog, yang diperkaya dengan nuansa nasionalisme.

Pagelaran Reyog ini tampil istimewa dengan iringan musik khas Ponoragan yang tetap melantunkan lagu-lagu perjuangan, seperti “Hari Kemerdekaan,” “Halo-Halo Bandung,” dan “Maju Tak Gentar.” Kombinasi antara musik tradisional dan lagu-lagu patriotik ini menciptakan suasana yang penuh semangat dan menggugah rasa cinta tanah air.

Bpk. H. Amin Hadi Purnomo Ketika diwawancarai, menyatakan bahwa acara ini merupakan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. “Melalui pagelaran ini, kami ingin mengingatkan kembali semangat juang dan cinta tanah air kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Pertunjukan malam itu menampilkan berbagai atraksi Reyog, mulai dari tarian Jathilan hingga aksi Barongan yang menjadi puncak acara. Setiap gerakan diiringi oleh tabuhan gamelan yang dipadukan dengan lagu-lagu perjuangan, menciptakan harmoni yang menggetarkan hati para penonton. Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan kebersamaan di Dukuh Kanten.






Leave a Reply