Ponorogo, 3 September 2024 – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Malang, Program Studi D3 Keperawatan Kampus Kabupaten Ponorogo, mengadakan Program Pembinaan Wilayah Menuju Eliminasi TBC di Balai Desa Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini berfokus pada kolaborasi penanganan Tuberkulosis (TBC) dan Diabetes Mellitus (TB-DM) melalui program “Masyarakat Berantas TBC” (Matras TBC), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam pencegahan dan pengobatan TBC.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, SKM, M.Kes, yang menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. “Ini salah satu bentuk sinergitas dari semua komponen. Ada dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, akademisi Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Ponorogo, serta pemerintah desa dan kecamatan. Semua bersinergi untuk eliminasi TBC di tahun 2030, yang berkolaborasi dengan penanganan diabetes mellitus. Harapannya, melalui sosialisasi ini, kasus TBC dan DM dapat ditemukan sedini mungkin. Semakin cepat ditemukan, semakin mudah diobati dan semakin mudah disembuhkan,” ungkap Dyah Ayu.
Dalam program ini, masyarakat diajak untuk lebih aktif dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit, terutama dalam penanganan kolaboratif antara TBC dan diabetes, yang menjadi salah satu faktor risiko utama. Edukasi mengenai gejala, bahaya, serta pencegahan TBC diberikan kepada warga setempat, dengan penekanan pada pentingnya deteksi dini untuk mencegah penyakit ini berkembang ke tahap yang lebih serius.
Strategi Keberlanjutan Program
Dyah Ayu juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan terus berkomitmen memastikan keberlanjutan program ini sebagai bagian dari prioritas program nasional. “Selain edukasi kepada masyarakat, kami selalu berkoordinasi dengan organisasi kemasyarakatan dan lintas sektor. Semua terlibat dalam pertemuan dan kolaborasi untuk mendukung eliminasi TBC di tahun 2030,” lanjutnya.
Program ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Program Studi D3 Keperawatan Kabupaten Ponorogo, Endang Purwaningsih, S.Kep.Ns., M.Kep. “Kegiatan Wilayah Binaan merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Prodi D3 Keperawatan Kampus Ponorogo Poltekkes Kemenkes Malang. Kami ingin berkontribusi dalam eliminasi TBC dengan kolaborasi TB-DM melalui masyarakat berantas TBC (Matras TBC),” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Ponorogo bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo dan pemerintah setempat berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memberantas TBC. Selain sosialisasi, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini kasus TBC dan DM di wilayah tersebut.
Program ini diharapkan dapat membantu mencapai target nasional eliminasi TBC pada 2030, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan dan penanganan penyakit.






Leave a Reply