SISA-SISA BENCANA

SISA-SISA BENCANA

Puisi Rino Desanto W.

Rumah-rumah rata dengan tanah
Jembatan-jembatan hanyut tak berbekas
Jalan-jalan putus terbelah
Sepanjang mata memandang
Lumpur masih menggunung
Air kotor masih menggenang
Sampah-sampah masih berserakan
Kayu dahan masih malang-melintang

Sepanjang mata memandang
Lapar tangis menggema di atas permukaan air
Kepedihan bertalun-talun di antara ceceran harapan
Wajah-wajah kosong berdiri sepanjang jalan kecemasan
Tak tahu hendak berbuat apa
Tak tahu nanti akan makan apa
Tak tahu malam akan tidur di mana

Sementara kampung terendam air
Penguasa daerah pergi menyelamatkan diri sendiri
Penguasa daerah pergi menyembunyikan harta pribadi
Beruntung datang para pejuang
Mengarungi derasnya banjir
Menyelamatkan jiwa-jiwa terhimpit
Menurunkan pangan di antara keputusasaan
Menyuntikkan kekuatan moral
Mengangkat jiwa-jiwa tak berdaya

Siapa amat serakah
Siapa merusak tatanan alam
Siapa amat sombong
Siapa bernafsu menguasai alam
Mengapa tak takut alam marah
Mengapa tak takut alam berbalik menyerang
Mengapa tak terpikir alam akan mengguncang
Mengapa tak terpikir alam akan melumpuhkan kehidupan

Sedikit orang berbuat dosa
Banyak orang turut menanggung dosa
Mengapa perusak alam masih bisa tersenyum tanpa dosa
Mengapa perusak alam masih bisa tertawa di atas derita
Mengapa perusak alam masih bisa jalan melenggang
Melenggang di atas bencana
Melenggang di atas kesengsaraan
Melenggang di atas kemalangan

Saat alam gonjang-ganjing
Mengapa penguasa daerah berlari
Benarkah penguasa daerah hanya simbol tanpa hati
Benarkah penguasa daerah hanya sosok pengisi bumi
Benarkah penguasa daerah turut merusak bumi

Mungkinkah akan ada bencana susulan
Mungkinkah malapetaka akan terulang
Saatnya menyelamatkan bumi
Saatnya melindungi bumi
Saatnya bersama menjaga alam

mediamataraman Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *