LSM 45 Yanie Wijaya SH.soroti kinerja camat,kades dan PPDI

0
IMG-20240924-WA0032

Media Mataraman Ponorogo,
Bocornya Bintek yang diselenggarakan pemerintah daerah dengan peserta para Camat ,menuai kritik keras dari Yanie Wijaya selaku Lembaga swadaya Masyarakat dan pengamat hukum serta pemerintahan.bocornya Bintek yang diselenggarakan di Dieng menunjukan bahwa camat sebagai ASN tidak mampu menjalankan tugas dengan baik,tidak mampu menjaga rahasia negara .bocoran yang tersebar di medsos membuat gaduh masyarakat,muncul narasi narasi yang berbau fitnah, apa lagi di tahun politik ini..Yanie selaku pengamat geram dan telah melakukan konfirmasi kepada terkait.
” Ini tidak bisa dibiarkan bukan persoalan dukung mendukung Paslon tetapi terletak pada etika sebagai ASN” jelasnya.
Iya juga telah menghubungi camat kota Sandra terkait hal tersebut Sandra menjelaskan” acara di Dieng itu hanya sekedar refreshing agar bisa kembali bekerja dengan semangat baru, tidak ada pembahasan dukung mendukung,jika di medsos muncul seperti itu,berarti ada orang yang sengaja membuat gaduh, kami semua santai aja,karena bukan kami yang membuat berit hoax” Tutur Sandra. Sedangkan ditempat yang berbeda Yanie juga menemui Sekda Agus Pramono meminta kejelasan hal tersebut.dalam pertemuan tersebut sekda Agus Pramono mengatakan : ” jujur saya tidak mengikuti soal bocornya giat study banding di Dieng,jika memang ada Camat yang sengaja membocorkan dan membuat berita hoax tegas kami akan ambil sangsi administrasi ” tegasnya.
Selain camat LSM 45 juga menyoroti kegiatan PPDI ayang dikomadani Kasmani menuai kritikan keras,sebab PPDI yang baru saja mengadakan giat ultah di pendopo kabupaten Ponorogo berulah.menurut Yanie Wijaya selaku pengamat politik ” Kasmani sebagai ketua PPDI sudah saatnya di ganti,ia tidak becus memimpin PPDI masak. Situasi seperti ini masih sempat sempatnya mengendalikan perangkat desa untuk mendukung salah calon Bupati dan memaparkan visi misinya,di rumah makan fajar 1 Slogohimo,Kasmani memaparkan kenaikan upahlah ,dapat pensiun, apa tidak berfikir bahwa jabatan politik hanya 5 tahun,sedangkan perangkat desa batas usia pensiun 60 tahun” tegas ketua LSM 45 serta pengamat politik.
Bintek ini sebenarnya gak ada masalah hanya saja ada camat yang sengaja menyebarkan gosip, sebetulnya dulu jaman bupati lama juga ada giat Bintek study banding ke Bali makan biaya tidak sedikit Kepala desa lurah dan PKK berseragam kaos biru. Menurut Yani perangkat desa harus bekerja seperti ASN ” coba lihat kinerja perangkat desa termasuk ketua PPDI apa kerjanya “tutupnya.
Redaksi tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *