limbuk

Oleh: Rino Densato W.

Kisah ini berhembus dari bumi sontoloyo. Beberapa waktu lalu pemangku bumi terseret arus deras akibat jebolnya bendungan besar secara tiba-tiba. Beberapa tokoh mengatakan pengampu bumi sebenarnya masih hidup, tetapi kini sedang bersembunyi. Dalam persembunyiannya pemangku bumi bukan tidak melakukan apa-apa. Lebih tepatnya jika dikatakan pemangku bumi sedang menyelidiki secara diam-diam sebab musabab jebolnya bendungan. Bendungan bumi sontoloyo menjadi sumber air bagi warga sekitar utamanya di musim kemarau.
Warga bumi sontoloyo banyak yang hidup dengan bertani dan angon bebek. Dengan jebolnya bendungan, cadangan air di musim kemarau memunculkan masalah yang signifikan. Warga mulai resah, warga merasa keberlangsungan hidupnya mulai terancam. Sementara pemangku bumi belum keluar dari persembunyiannya, limbuk sebagai orang kepercayaan pemangku bumi mencoba memanfaatkan kesempatan. Dengan alasan sebuah kota tidak boleh tanpa pemimpin, limbuk dengan berani mendeklarasikan diri sebagai ratu bumi sontoloyo.
Apakah ini memang kebetulan atau sebuah disain. Pergantian pucuk pimpinan di bumi sontoloyo ini mirip dengan yang terjadi di bumi orek-orek, hanya beda tipis teknis. Bedanya bumi sontoloyo memiliki bendungan besar, sedangkan bumi orek-orek memilki pasar besar yang menghidupi sebagian besar warga bumi orek-orek. Saat pasar besar terbakar hebat pemangku bumi dikabarkan sempat terkena sambaran api, tetapi selamat dan kini juga menghilang. Selanjutnya, petruk sebagai orang kepercayaan pemangku bumi mengangkat dirinya sebagai ratu.
Di bumi sontoloyo ada limbuk jadi ratu, sedangkan di bumi orek-orek ada petruk jadi ratu. Tentu ini bukan kebetulan belaka. Berdasarkan teori othak-athik gathuk-mathuk cukup masuk akal jika ini sebuah disain. Alur cerita begitu mirip, yang satu berhubungan dengan air dan satunya berhubungan dengan api. Kedua pemangku sama-sama menghilang untuk waktu tak tentu. Selanjutnya limbuk dan petruk jadi ratu. Warga sangat menyayangkan sikap limbuk yang baru satu dua hari jadi ratu berani mengklaim bahwa ditangannya trend ekonomi meningkat positif.
Bukankah trend itu hasil dari perjalanan yang panjang, dan tidak mungkin lepas dari kepemimpinan sebelumnya. Sebaliknya, limbuk tidak berani berkata lantang dan mengakui bahwa para petani dan angon bebek kini berada dalam kesulitan. Apa sesungguhnya yang terjadi dengan jebolnya bendungan. Bukankah kunci bendungan hanya dipegang pemangku bumi. Jika ada orang lain yang tahu tentu itu orang kepercayaannya, yaitu si limbuk. Benarkah jebolnya bendungan bukan sebuah kebetulan, melainkan sebuah kesengajaan.
Apakah berarti ada skenario yang cantik. Apakah petruk jadi ratu juga dengan skenario yang serupa. Jangan-jangan yang membuat skenario adalah orang yang sama. Karena melihat mudusnya di bumi sontoloyo maupun di bumi orek-orek tidak jauh berbeda. Pertanyaan warga kini mengarah pada menghilangya pemangku bumi. Apakah pemangku bumi menghilang atau disembunyikan. Jika menghilang, bisa jadi suatu hari akan kembali dan memberikan klarifikasi atas apa yang telah terjadi. Jika ternyata sengaja disembunyikan, berarti mesti sabar menunggu turunnya mukjizat
Ketika suatu hari nanti situasi sudah dirasa aman dan menguntungkan bagi limbuk maupun petruk, besar kemungkinan pemangku bumi akan dikeluarkan dari persembunyian. Kisah ini seolah berjalan tanpa rekayasa, seolah memang itu yang seharus terjadi, tetapi ternyata masih meninggalkan celah. Celah yang membuat warga bertanya-tanya, sampai kapan perebutan kekuasaan akan berkhir. Di mana ada yang berkuasa, di sana ada yang mengincar kekuasaan. Walhasil, intrik-intrik tak terhindarkan. Bermacam cara dari yang halus sampai yang kasar muncul ke permukaan.
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah limbuk kini sudah menjadi ratu. Apakah ini keinginan sendiri atau desakan kanan kiri, yang pasti babak baru sudah dimulai. Apa yang bisa diharapkan warga dari situasi seperti ini. Apakah warga merasa diuntungkan ataukah sebaliknya. Bisa dipastikan yang beruntung adalah kelompok yang telah lama merencanakan suksesi ini. Keberhasilan dalam suksesi bukan perjalanan mulus, di sana banyak intrik dan penyamaran kasus. Siapa kawan siapa lawan sulit dideteksi. Setelah suksesi, baru semua akan tampak terang benderang.
Siapa yang yang menyeberang, siapa yang berkhianat dan siapa yang tetap loyal. Mereka yang loyal pada pemangku sebelumnya bisa jadi akan disudutkan. Mereka yang menyeberang dan bergabung dengan kepemimpinan yang baru, bisa jadi memperoleh hadiah jabatan. Begitulah bumi berputar, keruntuhan dan kejayaan silih berganti mengisi kehidupan. Saat jaya tak elok bersikap sombong, karena itu akan menjadi titik lemah yang selalu diincar musuh. Sebaliknya, bersikap ramah dan merangkul semua kalangan juga bukan jaminan akan lepas dari bidikan.
Sekarang limbuk dan pteruk sudah menjadi ratu berkat obyek vital bendungan dan pasar. Apa pun alasannya, sekarang limbuk sudah berkuasa di bumi sontoloyo, dan petruk berkuasa di bumi orek-orek. Jika suatu hari ada gonjang-ganjing lagi bukan tidak mungkin langit sontoloyo akan kembali berubah. Sekarang yang ditunggu adalah kemunculan pemangku bumi sebelumnya. Mereka saksi hidup yang bisa mengungkap kebenaran kisah di balik limbuk dan petruk jadi ratu. Kedua kisah amat mirip, bukan tidak mungkin kedua kisah itu ditulis oleh orang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *