Penghargaan Terbaik Pertama Lisdyarita, Jejak Sentuhan Sugiri Sancoko Masih Terasa

0
berita

PONOROGO — media mataraman, Sekolah Rakyat Ponorogo menorehkan prestasi membanggakan. Program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang beruntung tersebut berhasil meraih penghargaan Terbaik I dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat Mandiri.

Penghargaan tersebut diterima Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penilaian adalah kemampuan Sekolah Rakyat Ponorogo mengembangkan kemandirian pangan melalui kegiatan beternak ayam dan menanam berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan anak didik.

Di balik capaian tersebut, terdapat sebuah gagasan yang sejak awal telah ditanamkan oleh Bupati Ponorogo terdahulu, Sugiri Sancoko.

Ketika Sekolah Rakyat mulai berdiri, Sugiri memiliki mimpi sederhana namun jauh ke depan. Ia ingin anak-anak yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga memiliki keterampilan hidup setelah lulus.

“Kalau nanti mereka lulus, jangan hanya membawa ijazah. Mereka harus punya keterampilan, bisa beternak, memahami pertanian dan mampu mandiri,” demikian gambaran gagasan yang sejak awal dikembangkan Sugiri.

Bukan sekadar wacana, Sugiri bahkan turun tangan langsung. Dengan menggunakan uang pribadinya, ia membeli sekitar 200 ekor ayam sekaligus membantu menyediakan kandangnya sebagai langkah awal pengembangan peternakan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Saat itu, Sugiri meminta Feri DK untuk membantu membeli ayam-ayam tersebut.

Untuk sektor pertanian, Sugiri juga menggandeng Purwanto, yang memang memiliki pengalaman di bidang pertanian. Purwanto kemudian turut membantu dengan menyediakan berbagai bibit tanaman untuk dikembangkan di lingkungan sekolah.

Gayung bersambut. Dari gagasan sederhana tersebut, kegiatan peternakan dan pertanian perlahan berkembang menjadi bagian dari pembelajaran dan upaya membangun kemandirian Sekolah Rakyat.

Kini, hasilnya mulai terlihat.

Sekolah Rakyat Ponorogo tidak hanya menjadi tempat anak-anak kurang beruntung memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk mengenal dunia peternakan, pertanian, kerja keras, dan kemandirian.

Penghargaan Terbaik I dari Mendagri menjadi bukti bahwa konsep tersebut mampu memberikan hasil nyata.

Bagi Ponorogo, penghargaan itu bukan sekadar sebuah piala atau seremoni. Di baliknya ada proses panjang, mulai dari sebuah mimpi, keberanian memulai, hingga konsistensi mengembangkan program.

Dan kini, ketika penghargaan tersebut diterima PLT Bupati Lisdyarita, jejak gagasan yang pernah ditanamkan Sugiri Sancoko seolah mulai menunjukkan buahnya.

Alhamdulillah, Sekolah Rakyat Ponorogo berhasil menjadi yang terbaik. Sebuah capaian yang diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi terus melahirkan  generasi  generasi emas. Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *